RAHASIA
CARA BELAJAR ILMUAN DUNIA
Oleh
: Richard Decaprio
Pengantar
Setelah saya membaca Buku yang berjumlah 172 hal.
Dalam jangka waktu 2,5 Jam. Saya merasa buku ini sangat menginspirasi saya
sebagai mahasiswa dan juga sebagai Pendidik di Sekolah. Penulis buku Richard
Decaprio tepatnya 2 tahun yang lalu menerbitkan buku ini pada usia yang ke 27
tahun pada tahun 2017 dan sekarang pastinya penulis berumur 29 tahun, ketika
saya membaca buku ini.
Ada beberapa ilmuan dunia yang terkenal yang sangat
menginspirasi saya secara khusus dan memberikan banyak kontribusi untuk
pengembangan diri sebagai Pendidik dan Mahasiswa, saya tidak mengambil 12 orang ilmuan
yang terdapat didalam buku ini namun saya hanya ingin mengambil beberapa ilmuan
yang saya anggap penting dan bermanfaat bagi kehidupan serba modern, serba
instan ini.
Albert
Einstein seorang ilmuan abad ke 20 yang menemukan teori Relatifisme, Thomas
Alfa Edison seorang Penemu Bola Lampu, Isaac Newton seorang yang menjawab salah
satu misteri terbesar di alam Raya yaitu Gaya Grafitasi, Charles Darwin Penemu
Teori evolusi, Aristoteles, Leonardo Da Vinci, dan yang terakhir
seorang ilmuan Dunia Modern Bill Gates. Dan akhirnya…
Saya berterimakasih kepada Penulis “Richard
Decaprio” yang telah menuangkan ide kreatif lewat tulisan yang bermanfaat ini,
saya sebagai seorang Pendidik dan juga Mahasiswa memerlukan
Kreatifitas-inspiratif yang akan membawa saya untuk terus berkarya. Sebenarnya
tujuan dari saya berkarya ini bukan untuk target yang tinggi sebenarnya sangat
sederhana hanya untuk memberikan manfaat Penting bagi anak didik saya, bagi
rekan-rekan kerja saya, teman sepelayanan saya bahwa Belajar tidak hanya
terpaku pada sekolah ada hal lain yang penting untuk dipelajari dan belajar
dari situ. Dan saya sangat merekomendasikan buku ini kepada mereka diluar sana
yang secara tidak kelihatan oleh dunia sementara berjuang untuk bangsa dan
Dunia ini lewat berbagai disiplin ilmu. Tetap berkarya dan terus mengahsilkan
tulisan-tulisan bermanfaat.
Ø
Cara Belajar dari Albert Einstein
Albert
Einstein adalah seorang anak yang mempunyai latar belakang Kehidupan yang Lemah
dan keterbelakang. Bahkan ia dianggap sebagai anak yang bodoh dan lamban dalam
belajar, menurut buku yang saya baca ini Albert Einstein mengalami kesulitan
dalam berbicara. Namun apa yang menjadikan dia sebagai ilmuan Hebat akhirnya?
Menurut
saya ketika membaca buku ini saya melihat beberapa hal penting “Perjuangan yang tiada henti” bisa
dibayangkan seorang anak yang sulit berbicara namun pada akhirnya mampu
berinteraksi dengan teman sebayanya?? Banyak orang menyangka ia gila ketika ia
berusaha untuk berbicara layaknya anak normal lainnya, setiap hari ia hanya
berjuang untuk berbicara sendiri, berpidato sekeras-kerasnya. Ada 1 pelajaran
penting yang saya petik yaitu cara belajar berbicara dan berbahasa bisa melalui
keinginan yang kuat untuk latihan terus menerus.
Belajar secara Otodidak/belajar
Mandiri nah ini yang sulit dijalankan oleh anak-anak dijaman
sekarang, mereka lebih terpaku pada pelajaran disekolah, dan ketika pulang maka
hal lain yang dikerjakan misalnya Have Fun bersama teman-teman sebaya, sungguh
keadaaan yang miriis.. Albert Einstein mengkhususkan waktunya setiap hari untuk
belajar dan melakukan percobaan-percobaan sederhana.
Dukungan Orang Tua Albert
yang sempat tidak lulus SMP dan SMA namun mampu berkarya didunia Perguruan
Tinggi. Orangtuanya berusaha sekuat tenaga untuk memberkan dukungan untuk
menunjang pengetahuan seorang Einstein. Nah disini saya tidak menceritakan
tentang keburukan dari Seorang Albert yang sempat tidak lulus SMP dan SMA.. ini
tidak boleh ditiru anak Zaman milenial. Karena kehidupan kita sekarang beda dengan
kehidupan Zaman dulu. Yang saya tekankan disini mendukung buku ini yaitu
Dukungan orang tua. Orang tua mana yang mau anaknya tidak Lulus??? Kalau kita
sekarang Tidak lulus Sekolah… Bisa-bisa kita di hapus dari daftar keluarga …
Waduh.. tidak maksud saya ialah Dukungan moril materil orangtua menjadi salah
satu faktor penentu keberhasilan seorang anak.
Ø Cara
belajar Dari Thomas Alfa Edison
Thomas
Alfa Edison yang masa sekolahnya dikenal sebagai anak yang bodoh dan tidak
memiliki kelebihan apapun itu. Selalu mendapat nilai yang buruk akhirnya Ibunya
(Nancy Elliot) mengambil keputusan untuk mengeluarkan Thomas dari sekolah.
Secara diam-diam ibunya mendidik anaknya sendiri agar tumbuh menjadi anak
cerdas. Karena dukungan sang Ibu, ilmuan besar ini selalu berkata : “Ibukulah
yang membentukku. Ia begitu setia, memiliki keyakinan pada diriku, dan aku
merasa aku memiliki seseorang untuk ku perjuangkan dalam hidup, seseorang yang
tidak boleh ku kecewakan.” Hal 30.
Belajar Dari Rasa Ingin Tahu yang
tinggi dari buku ini ada 1 bagian cerita yang sangat
menginspirasi saya secara pribadi Thomas Alfa Edison mempunyai rasa ingin tahu
yang tinggi sehingga ia banyak lakukan kesalahan yang koyol dan bahkan dibilang
gagal dimana ketika ia dengan rasa ingin tahu yang tinggi hendak mengerami
telur-telur ayam, menunggu sampai ia tertidur dan akhirnya telur ayam tersebut
pecah bukan karena menetas ehehehehe… semangat belajar dan praktek langsung ini
memberikan kontribusi penting bagi saya sebagai Pendidik maupun Siswa-siswa
dimanapun berada.
Positif Thinking dan tahan banting ditengah-tengah
kekonyolan seorang Ilmuan Muda, ada 1 bagian penting ini juga yang saya lihat
dalam buku ini, ia menjadi seorang yang Tunarunggu/kehilangan pendengarannya.
Namun saya salut bagaimana ia tetap berjuang menghasilkan karya-karya yang
berguna bagi jutaan orang didunia. Ia justru bersyukur dengan tidak adanya
pendengaran ia lebih berkonsentrasi dengan belajar dan bereksperimen. Saya
teringat dengan satu wanita Cantik Hellen Keller ia pun mempunyai pikiran yang
positif ketika matanya buta ia hanya berkata “Bersyukur karena dalam keadaan
buta ini ia tidak melihat kejamnya dunia, ia hanya menikmati Indahnya Karya
Ciptaan Tuhan” so… be Positif
Ø Cara
belajar Dari Isaac Newton
Isaac Newton kehilangan ayahnya ketika tiga
bulan sebelum lahir kedunia, dan kehilangan ibunya ketika ibunya menikah lagi.
Ia pun lahir premature, kurang Kasih Sayang. Ia dibesarkan oleh neneknya dan
dituntut menjadi petani waktu itu. Diusia yang muda ia mempunyai tekad yang
kuat. Saya bisa bayangkan betapa jiwa juangnya sangat kuat ia bisa bersikap
tegar ditengah masalah kehidupannya dan tetap berkarya pelajaran penting yang
saya petik yaitu Isaac Newton selalu belajar dari segala hal yang ia temui dan
yang menjadi dasar penting yaitu Beriman
kepada Tuhan dan mentaati Perintah orang tuanya. Ini menjadi pelajaran
penting bagi kaum milenial sekarang ini. Isaac Newton pun tidak menyia-nyiakan waktunya/ sikap
menunda-nunda waktu. Kita sering kali suka menunda-nunda waktu yang sebenarnya
bisa untuk dilakukan hari ini ditunda ke besok hari dan seterusnya. Belajar
dari seorang Ilmuan Muda ini yang disetiap tempat ia belajar walaupun bukan
dibangku sekolah. Apalagi kaum milenial yang diberikan kesempatan bersekolah..
sebenarnya harus lebih giat lagi….
Sabar dan tidak mudah putus asa
ditengah-tengah keterpurukan ia menjadi orang yang tegar untuk terus belajar,
sabar dan ini menjadi motivasi kuat untuk orang-orang diluar sana yang
sementara berjuang.
Ø Cara
belajar dari Charles Darwin
Satu
hal penting yang saya pelajari dari seorang Charles Darwin yaitu belajar dari Alam, ini merupakan metode
belajar yang unik dan inspiratif . saya teringat dengan salah satu bagian
Alkitab Amsal 1:20-21 yang berkata “Hikmat berseru nyaring dijalan-jalan,
dilapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, diatas tembok-tembok ia
berseru-seru, didepan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya”
yang mengajarkan bahwa disetiap tempat belajarlah karena dari situ hikmat ada.
Ilmuan
muda ini memberikan kehidupannya untuk belajar dari alam. Kenali bakat/Kesungguhan hati merupakan inspirasi ke dua bagi saya.
Bakat dan kemampuan saya harus dikembangkan. Apa itu???? Hanya saya dan Tuhan
yang tahu… kaum Milenial harusnya mengetahui bakat apa yang ada pada setiap
pribadi untuk dikembangkan. Dari pada hanya melihat pada kelemahan diri?
Temukan bakat anda dan belajarlah sampai anda benar-benar mampu berkarya untuk
tujuan kemanusiaan.
Ø Cara
belajar Aristoteles
Dari
Aristoteles seorang yang mempunyai persoalan berat waktu kecilnya. Ia belajar
pada Plato namun Aristoteles selalu berbeda Pendapat dengan Gurunya. Kalau
Plato memandang seniman dan sastrawan sebagai profesi yang rendah makan
Aristoteles tidak demikian. Ia belajar makna
Filosofi apa saja yang ia temui. Seperti Charles Darwin yang selalu belajar
pada apa saja yang ia temui, begitupun Aristoteles. Semua disiplin ilmu yang ia
temui, ia pelajari dengan menemukan makna dibalik itu.
Berprofesi sebagai guru.. yang
tidak pernah kehabisan dan ketinggalan ilmu Pengetahuan adalah guru. Mengapa
demikian karena setiap saat ilmu yang berubah sesuai perekembangan Zaman ini
memacu Guru untuk terus belajar. Ini merupakan peajaran Penting bagi saya
sebagai seorang Pendidik dan Mahasiswa,
tidak gampang ketika harus ada pada dua posisi penting ini dan harus dijalani
tanpa mengorbankan salah satunya. Saya berusaha membagi waktu semaksimal
mungkin dan mengkhususkan waktu saya untuk belajar.
Ø Cara
belajar Leonardo Da Vinci
Menurut Penulis,
Leonardo da Vinci belajar dari Teori
yang berasal dari Nalurinya. Ia seorang Pelukis Terkenal yang sepanjang
hidup ia belajar dari sang Gurunya ia tidak pernah memprotes pelajaran yang
diberikan gurunya. Namun ada hal yang ia lakukan yaitu dengan sendirinya ia
terus belajar. Teori yang menurutnya baik untuk dipakai dalam lukisannya ia
pakai, jika teori gurunya berlebihan makan ia sendiri secara diam-diam tidak
memakai teori tersebut.
Seperti kata
penulis, “Emas yang terpendam dalam tumpukan batupun suatu saat akan terlihat
juga” saya setuju dengan penulis. Terlihat bijak juga seorang Pelukis Hebat
ini. Kalau Pelukis Terkenal ini sibuk melukis bukan hanya tangan namun hati dan
jiwanya juga seolah-olah melukis, maka saya sebagai pendidikpun ketika belajar,
ketika mendidik maka jiwa dan hatipun ikut belajar dan mendidik.. yaahh… dan
sangat menginspirasi saya.
Ø Cara
belajar Bill Gates
Salah
seorang Ilmuan Modern Penemu program Microsoft, menurut buku ini, Bill Gates
mempunyai cara belajar yang do it bit by bit, belajar sedikit demi
sedikit. Saya setuju. Dosen sayapun pernah berkata 5x2 lebih baik dari pada
2x5 artinya belajar lima kali sehari dalam jangka waktu dua jam dari pada
belajar hanya dua kali dan dalam jangka waktu lima jam, sangat tidak berkualitas.
Namun bagi saya belajar berapa lamapun tergantung fokus atau tidaknya. Jika
lelah belajar bisa berhenti sejenak.
Terkadang
Pendidikan Tinggi menjadi target. Namun saya sepakat Bill Gates yang dituangkan
lewat buku ini yaitu target utama adalah Penemuan dan berkarya. Menemukan maha
karya bagi kemanusiaan.
tulisan singkat hasil Refleksi saya yang Mendalam terhadap Buku
RAHASIA CARA BELAJAR ILMUAN DUNIA
Oleh : Richard Decaprio

Tidak ada komentar:
Posting Komentar