Minggu, 05 Mei 2019

Anita Pa Padja
laporan baca ini dibuat oleh Penulis ketika diberikan Tugas Oleh Dosen Mata Kuliah Manajemen PAK, Dr. A.L Netti
LAPORAN BACA
KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ALKITAB


Pengantar :
Buku ini ditulis oleh Eka Damaputera, yang ditulis karena latar belakang Pemimpin-pemimpin di Negeri yang kurang menajalankan kepemimpinan dengan charisma positif. Tidak menjadi pemimpin yang memipin justru sebaliknya menjadi pemimpin yang mengigit satu sama lain. yang menarik bagi saya ketika membaca buku ini yaitu penulis menulis buku ini ketika ia sakit sekitar 20 tahun lamanya, dan dalam kesakitan itu penulis masih berjuang untuk menyelesaikan tulisannya dengan sangat sederhana dan mudah di mengerti oleh Pembaca sebanyak 21 Bab. Dari 21 bab ini saya membaginya dalam 3 bagian Penting yaitu : Refleksi Motivasi, tindakan Praktis Pemimpin, Refleksi Akhir, Gaya bahasa yang inspiratif dan Kreatif serta Contoh-contoh yang diberikan juga menyentuh dengan inti tulisan dari Penulis.
Inti-inti bacaan yang di dapatkan oleh pembaca :
Refleksi Motifasi
1.      Pertama-tama penulis memulai dengan memperkenalkan pemimpin hebat yang tidak asing bagi pembaca, William Booth dan Adolf Hitler, dan masih banyak pemimpin lainnya. Hanya untuk memberikan gambaran kepada pembaca bahwa ada kekuatan/charisma dari seorang pemimpin. Bukan hanya pemimpin yang asal memimpin tetapi segenap kekuatan, akal budi dan lebih dari itu mempunyai jiwa untuk memimpin. Penulis memberikan gambaran bahwa tanpa orang-orag hebat inipun Hidup akan terus berputar namun tanpa arah, tanpa warna, bahkan tanpa jiwa dan seni.  Penulis memberikan contoh Allah sendiri sebagai Pencipta “Creatio ex Nilhilo” mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Ini merupakan dasar karya Penciptaan Allah Kejadian 1 dan 2.  Dari hal ini penulis ingin memberikan pemahaman bahwa kepemimpinan sejati dari Sang Pencipta itu sendiri yang dapat diteladani yaitu sebagai “Pendorong, penggerak, dan pengubah.”.
2.      Penulis ingin memberitahukan kepada pembaca bahwa “siapa Saya?” atau untuk apa saya ada? Atau lebih tepat lagi “Panggilan hidup saya?”, bahwa semua orang dipanggil untuk menjadi Pelayan. Mencontohi Yesus Sang Pemimpin Sejati yang datang sebagai Pelayan, ketika Yesus membasuh Kaki Murid-murid itu memberi gambaran kepada kita bahwa Siapa Kita? Kita adalah Pemimpin yang melayani, yang mempunyai hati seorang hamba dan memberi gambaran  bahwa pemimpin harus menjadi teladan seperti Yesus. Ketika seseorang mempunyai hati hamba maka ia akan menjadi Pengikut yang baik. Ingatlah Allah membentuk kita seperti Rupa Nya,berarti kita adalah Citra Allah. Kalau Allah sendiri memberi teladan untuk menjadi pelayan bagi murid-murid apalagi kita manusia? Pembaca memahaminya seperti itu!
3.      Penulis menekankan bahwa kualitas Kepemimpinan sangat ditentukan oleh “Motifasi” motifasi yang baik akan melahirkan kepemimpinan yang baik dan kepemimpinan itu baik dilihat dari kualitas ia memimpin. Alkitab tidak pernah menentang atau melarang Abisi menurut J. Oswald Sanders. Menurutnya Ambisi itu Netral yang membuat ia baik atau tidak yaitu ambisi dibaliknya. Patokannya pada Mark. 10:43-44
Tindakan Praktis Pemimpin
Menurut saya, penulis menjelaskan tindakan-tindakan praktis seorang Pemimpin dalam perspektif Alkitab dimulai pada Bab 4-19, ada beberapa hal penting yang pembaca lihat ketika membaca buku ini namun diramu dalam 1 kalimat penting yaitu “Ikutlah Aku, Pergilah Kamu”:
Bagaimana pemimpin melakukan kejujuran namun dengan kebijakan. Saya setuju dengan penulis bahwa kejujuran harus dijalankan sejajar dengan kebijakan contoh singkat yang penulis berikan yaitu “racikan obat yang pahit, selalu dimasukan kedalam kapsul atau dibungkus dengan selaput gula, supaya tidak terasa pahitnya.” Ketika jujur dengan bijak maka bisa jadi kepemimpinan itu lebih harmonis dan maju selangkah. Mendekati kesuksesan kepemimpinan. Sukses bagaikan pedang bermata dua bisa menggairahkan orang untuk semakin maju melainkan sebaliknya bisa menjerat orang terperosok dan jatuh. Namun perlu diketahui bahwa kesuksesan bukanlah titik aman. Melainkan titik kritis. Tokoh Alkitab seperti Abraham, Daud, dan Salomopun tidak luput dari hukuman besi atau mereka tersandung oleh kesuksesan mereka sendiri. Tidak semua yang berkilau itu Emas, tidak semua pemimpin termasuk yang kelihatan sukses adalah “Domba” ukurannya adalah Buah yang dihasilkan. Cerita ayub dalam Alkitab mengisahkan suksesnya ia karna pertolongan Tuhan. Ayub yang berada pada puncak suksesnya  namun masih dirundung masalah yang besar namun Ia tetap harus melawan profokasi istrinya, melawan argumentasi sahabat-sahabatnya dan yang paling berat Ayub harus melawan semua perasaannya sendiri. Berat perang batin yang ia alami namun pada akhirnya ia berhasil. Ayub menang justru ketika ia bersedia kalah dan mengaku salah di hadapan Allah dan mengakui kedaulatan Allah sepenunhya dan seutuhnya.
1.      Memperhatikan Hal-ha kecil
2.      Bekerja dengan hati
3.      Baik, setia dan dapat dipercaya
4.      Berbelas kasih
5.      Kredibilitas
Ikutlah aku tapa pergilah kamu akan menghasilkan kepemimpinan yang timpang, bagaikan tubuh yang terus menerus mendapat asupan makanan, namun kalori dan energy yang didapat tidak pernah dibakar atau disalurkan menjadi tenaga untuk bekerja. Semakin tinggi ilmu seseorang semakin besar kontribusnya bagi masyarakat. Saya bertannya sejenak.. Kontribusi apa yang sudah diberikan bagi masyarakat banyak????? Ini menjadi pesan penting dari penulis bagi saya sebagai pembaca yang sementara ini dipercayakan Tuhan untuk menjalankan Tugas dan tanggung jawab sebagai Pelayan, Pendidik, dan Pemimpin di masa depan.
Refleksi akhir seorang Pemimpin
Sebagai pemimpin selain mempersiapkan Regenerasi melalui teladan dan lain-lain, maka refleksi akhir seorang pemimpin yaitu “Siap Turun dan Siap Naik” seorang pemimpin harus rela memberikan jabatan kepemimpinannya kepada orang yang Tuhan Tunjuk untuk menggantikannya. Sebab itu ada pembaharuan, ada pembetulan, ada peningkatan, tetapi juga ada kesinambungan. 

4 komentar:

  1. Terima kasih untuk tulisannya karena sangat membatu saya untuk memahami makna kepemiminan terutama memimpin diri saya seperti Ayub

    BalasHapus
  2. Luarbiasa dan sangat membuka cara berpikir saya tentang kepemimpinn

    BalasHapus

APERSEPSI

Menjadi Guru Idola Refrensi : Menjadi guru Idola Cipt: Mohammad Maksum, S.Pd Semoga bermanfaat!!!! Salah satu buku bacaan...