Anita Pa Padja
laporan baca ini dibuat oleh Penulis ketika diberikan Tugas Oleh Dosen Mata Kuliah Manajemen PAK, Dr. A.L Netti
LAPORAN BACA
KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF
ALKITAB
Pengantar
:
Buku ini ditulis oleh Eka Damaputera, yang ditulis
karena latar belakang Pemimpin-pemimpin di Negeri yang kurang menajalankan
kepemimpinan dengan charisma positif. Tidak menjadi pemimpin yang memipin
justru sebaliknya menjadi pemimpin yang mengigit satu sama lain. yang menarik
bagi saya ketika membaca buku ini yaitu penulis menulis buku ini ketika ia
sakit sekitar 20 tahun lamanya, dan dalam kesakitan itu penulis masih berjuang
untuk menyelesaikan tulisannya dengan sangat sederhana dan mudah di mengerti
oleh Pembaca sebanyak 21 Bab. Dari 21 bab ini saya membaginya dalam 3 bagian
Penting yaitu : Refleksi Motivasi,
tindakan Praktis Pemimpin, Refleksi Akhir, Gaya bahasa yang inspiratif dan
Kreatif serta Contoh-contoh yang diberikan juga menyentuh dengan inti tulisan
dari Penulis.
Inti-inti
bacaan yang di dapatkan oleh pembaca :
Refleksi
Motifasi
1. Pertama-tama
penulis memulai dengan memperkenalkan pemimpin hebat yang tidak asing bagi
pembaca, William Booth dan Adolf Hitler, dan masih banyak pemimpin lainnya.
Hanya untuk memberikan gambaran kepada pembaca bahwa ada kekuatan/charisma dari
seorang pemimpin. Bukan hanya pemimpin yang asal memimpin tetapi segenap
kekuatan, akal budi dan lebih dari itu mempunyai jiwa untuk memimpin. Penulis
memberikan gambaran bahwa tanpa orang-orag hebat inipun Hidup akan terus
berputar namun tanpa arah, tanpa warna, bahkan tanpa jiwa dan seni. Penulis memberikan contoh Allah sendiri
sebagai Pencipta “Creatio ex Nilhilo” mencipta dari yang tidak ada menjadi ada.
Ini merupakan dasar karya Penciptaan Allah Kejadian 1 dan 2. Dari hal ini penulis ingin memberikan
pemahaman bahwa kepemimpinan sejati dari Sang Pencipta itu sendiri yang dapat
diteladani yaitu sebagai “Pendorong, penggerak, dan pengubah.”.
2. Penulis
ingin memberitahukan kepada pembaca bahwa “siapa Saya?” atau untuk apa saya
ada? Atau lebih tepat lagi “Panggilan hidup saya?”, bahwa semua orang dipanggil
untuk menjadi Pelayan. Mencontohi
Yesus Sang Pemimpin Sejati yang datang sebagai Pelayan, ketika Yesus membasuh
Kaki Murid-murid itu memberi gambaran kepada kita bahwa Siapa Kita? Kita adalah
Pemimpin yang melayani, yang mempunyai hati seorang hamba dan memberi
gambaran bahwa pemimpin harus menjadi
teladan seperti Yesus. Ketika seseorang mempunyai hati hamba maka ia akan
menjadi Pengikut yang baik. Ingatlah Allah membentuk kita seperti Rupa
Nya,berarti kita adalah Citra Allah. Kalau Allah sendiri memberi teladan untuk
menjadi pelayan bagi murid-murid apalagi kita manusia? Pembaca memahaminya
seperti itu!
3. Penulis
menekankan bahwa kualitas Kepemimpinan sangat ditentukan oleh “Motifasi”
motifasi yang baik akan melahirkan kepemimpinan yang baik dan kepemimpinan itu
baik dilihat dari kualitas ia memimpin. Alkitab tidak pernah menentang atau
melarang Abisi menurut J. Oswald Sanders. Menurutnya Ambisi itu Netral yang
membuat ia baik atau tidak yaitu ambisi dibaliknya. Patokannya pada Mark.
10:43-44
Tindakan
Praktis Pemimpin
Menurut saya, penulis menjelaskan
tindakan-tindakan praktis seorang Pemimpin dalam perspektif Alkitab dimulai
pada Bab 4-19, ada beberapa hal penting yang pembaca lihat ketika membaca buku
ini namun diramu dalam 1 kalimat penting yaitu “Ikutlah Aku, Pergilah Kamu”:
Bagaimana pemimpin melakukan
kejujuran namun dengan kebijakan. Saya setuju dengan penulis bahwa kejujuran
harus dijalankan sejajar dengan kebijakan contoh singkat yang penulis berikan
yaitu “racikan obat yang pahit, selalu dimasukan kedalam kapsul atau dibungkus
dengan selaput gula, supaya tidak terasa pahitnya.” Ketika jujur dengan bijak
maka bisa jadi kepemimpinan itu lebih harmonis dan maju selangkah. Mendekati
kesuksesan kepemimpinan. Sukses bagaikan pedang bermata dua bisa menggairahkan
orang untuk semakin maju melainkan sebaliknya bisa menjerat orang terperosok
dan jatuh. Namun perlu diketahui bahwa kesuksesan bukanlah titik aman.
Melainkan titik kritis. Tokoh Alkitab seperti Abraham, Daud, dan Salomopun
tidak luput dari hukuman besi atau mereka tersandung oleh kesuksesan mereka
sendiri. Tidak semua yang berkilau itu Emas, tidak semua pemimpin termasuk yang
kelihatan sukses adalah “Domba” ukurannya adalah Buah yang dihasilkan. Cerita
ayub dalam Alkitab mengisahkan suksesnya ia karna pertolongan Tuhan. Ayub yang
berada pada puncak suksesnya namun masih
dirundung masalah yang besar namun Ia tetap harus melawan profokasi istrinya,
melawan argumentasi sahabat-sahabatnya dan yang paling berat Ayub harus melawan
semua perasaannya sendiri. Berat perang batin yang ia alami namun pada akhirnya
ia berhasil. Ayub menang justru ketika ia bersedia kalah dan mengaku salah di
hadapan Allah dan mengakui kedaulatan Allah sepenunhya dan seutuhnya.
1. Memperhatikan
Hal-ha kecil
2. Bekerja
dengan hati
3. Baik,
setia dan dapat dipercaya
4. Berbelas
kasih
5. Kredibilitas
Ikutlah aku tapa pergilah kamu akan menghasilkan
kepemimpinan yang timpang, bagaikan tubuh yang terus menerus mendapat asupan
makanan, namun kalori dan energy yang didapat tidak pernah dibakar atau
disalurkan menjadi tenaga untuk bekerja. Semakin tinggi ilmu seseorang semakin
besar kontribusnya bagi masyarakat. Saya bertannya sejenak.. Kontribusi apa
yang sudah diberikan bagi masyarakat banyak????? Ini menjadi pesan penting dari
penulis bagi saya sebagai pembaca yang sementara ini dipercayakan Tuhan untuk menjalankan
Tugas dan tanggung jawab sebagai Pelayan, Pendidik, dan Pemimpin di masa depan.
Refleksi
akhir seorang Pemimpin
Sebagai
pemimpin selain mempersiapkan Regenerasi melalui teladan dan lain-lain, maka
refleksi akhir seorang pemimpin yaitu “Siap Turun dan Siap Naik” seorang
pemimpin harus rela memberikan jabatan kepemimpinannya kepada orang yang Tuhan
Tunjuk untuk menggantikannya. Sebab itu ada pembaharuan, ada pembetulan, ada
peningkatan, tetapi juga ada kesinambungan.

Terima kasih untuk tulisannya karena sangat membatu saya untuk memahami makna kepemiminan terutama memimpin diri saya seperti Ayub
BalasHapusLuarbiasa dan sangat membuka cara berpikir saya tentang kepemimpinn
BalasHapusmantaap
BalasHapustrimakasih Pak
Hapus