GURU DAN TEKNOLOGI
DITENGAH COVID-19
ANITA PA PADJA, S.PdK
A. PENDAHULUAN
Di awal tahun 2020, Indonesia mengalami masa sulit dalam berbagai bidang yang diakibatkan oleh penularan Covid-19 dan semakin memuncak pada bulan maret 2020. Akibatnya pemerintah mengambil suatu kebijakan bagi masyarakat agar masyarakat melakukan sosial distancing untuk meminimalisir penyebaran covid-19. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah berdampak di bidang pendidikan. Salah satu keputusan yang diambil oleh pemerintah adalah pemerintah membatalkan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA tahun 2020. Selain di batalkan UN di Indonesia, pemerintah menganjurkan agar kegiatan belajar siswa/i di seluruh tanah air dipindahkan ke rumah masing-masing dengan tidak merubah kurikulum dan rancangan pendidikan yang yang telah ditetapkan sebelumya oleh unit pendidikan.
Isi putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 pada nomor 4 poin b tertulis bahwa: Pegawai, guru dan dosen melakukan aktifitas bekerja, mengajar atau memberi kuliah dari rumah (Bekerja Dari Rumah/BDR) melalui video conference, digital documents, dan sarana daring lainnya. Sebagai informasi, berbagai lembaga penyedia telah bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menyediakan sarana pembelajaran daring secara gratis sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat edaran ini .
Surat edaran yang di keluarkan oleh pemerintah akibat pandemi covid-19 membuat kaget banyak pihak diantaranya guru, siswa dan orang tua. Semua pihak di tuntut harus menghadapi siatuasi ini baik siap atau tidak. Ketidaksiapan insan pendidikan dalam menjalankan aktifitas belajar di rumah menggunakan teknologi sebagai sarana pembelajaran daring memberi dampak psikologis yang besar antara guru, siswa dan orang tua dimana 100% kegiatan belajar di dampingi khusus oleh orang tua.
B. ISI
Negara Indonesia dan negara-negara lain di dunia sementara dipaksa untuk berubah khususnya dalam pendidikan sebagai dampak dari covid-19. Seluruh siswa dan guru di haruskan untuk melakukan pembelajaran dari rumah dengan menggunakan teknologi yang tersedia. Bekerja dan belajar dari rumah dengan menggunakan teknologi sebagai sarana daring merupakan kebutuhan dalam bidang pendidikan sesuai perkembangan zaman namun bukan berarti tanpa masalah, sebaliknya banyak hambatan yang ditemui selama kegiatan pembelajaran dari rumah. Beberapa hambatan tersebut antara lain:
1. Guru masih terbiasa dengan pembelajaran Konvensional
Kebijakan pemerintah terhadap pembelajaran daring bagi semua siswa oleh guru karena covid-19 menjadi kejutan tersendiri bagi guru. Guru dituntut untuk menghadapi perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan Guru masih terpola dengan kebiasaan masuk kelas, berdiri di depan kelas dan memberikan materi kepada siswa sekalipun dalam tuntutan kurikulum 2013 pendidikan sudah harus berbasis teknologi. Kebiasaan ini yang mempengaruhi guru sehingga tidak siap menghadapi pola mengajar dari rumah, cara yang kelihatan selama masa covid-19 guru hanya memberi soal-soal kepada siswa untuk dikerjakan tanpa memberikan petunjuk, pendampingan, motivasi ataupun bahan pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu siswa mengerjakan soal tanpa mengerti kesimpulan dan materi yang dikerjakan dari soal tersebut, ahirnya pembelajaran yang dilakukan di rumah terkesan berjalan tanpa tujuan yang jelas untuk mencapai hasil akhir. Pembelajaran harus berubah secara tiba-tiba dari yang sudah direncanakan secara matang sebelumnya ke pembelajaran yang berbasis online.
2. Kurangnya penguasaan teknologi
Kurangnya penguasaan teknologi dari berbagai pihak pendidikan khususnya guru generasi X (generasi tahun 80-an) yang gagap teknologi atau biasa disebut gaptek. Hal konkrit yang dialami oleh guru yaitu kesulitan mengoperasikan HP android, lap top/komputer, kesulitan dalam membuat bahan ajar yang kreatif berupa video, power point, saat pembelajaran dilaksanakan dari rumah, guru kesulitan menginput hasil kerja siswa untuk memberi nilai. Guru kurang melihat pekembangan teknologi yang menuntut guru untuk tetap menyesuaikan diri dengan keadaan dan perubahan zaman. Ditengah pandemi covid-19 guru dituntut untuk menyiapkan dan melakukan pembelajaran dari rumah, guru menjadi kewalahan bagaimana melakukan pembelajaran. Sedangkan Gusmaneli menjelaskan bahwa penerapan teknologi pendidikan membawa dampak terhadap peranan guru di masa depan, yang ditandai dengan berubahnya peranan guru pada masa globalisasi dari pemberi informasi yang utama menjadi berperan sebagai pemimpin belajar, fasilitator, moderator, motivator, evaluator, tutor, inovator, dan sebagainya. Artinya bahwa teknologi dalam pendidikan memainkan peran penting bagi siswa. Teknologi dan media yang dirancang secara khusus dan tepat bisa memberi kontribusi bagi pengajaran yang efektif untuk seluruh siswa dan membantu mereka meraih potensi tertinggi.
3. Ketersediaan sistem
Selain kurangnya penguasaan teknologi, ketersediaan sistem pembelajaran yang berbasis online juga masih sangat rendah. Pendidikan di Indonesia belum secara merata di jangkau oleh ketersediaan sarana belajar online. Memang beberapa aplikasi sudah tersedia dan menjadi media belajar tidak akan terlaksana jika tanpa sistem yang baik. Hubungan antara guru, siswa dan orang tua menjadi kendala utama dalam sistem pembelajaran online. Orang tua tiba-tiba menjadi stres karena mendampingi anaknya belajar di rumah, di sisi lain guru juga stres untuk menjangkau siswa dengan keterbatasan kompetensi dan jaringan internet. Jaringan internet yang tidak memadai untuk melakukan pemberlajaran dari rumah menjadi salah satu penghambat guru melakukan aktifitas pembelajaran. Faktor lain yang juga menjadi penghambat adalah keadaan ekonomi orang tua siswa yang beragam membuat tidak semua siswa memiliki android, laptop, jaringan internet/pulsa internet sebagai sarana belajar. Kompetensi guru, teknologi pendidikan keadaan ekonomi orang tua, aplikasi pembelajaran adalah satu kesatuan untuk membangun sistem dunia pendidikan berbasis teknologi, karena itu sistem yang baik sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
C. Penutup
Teknologi dalam pembelajaran itu penting. Dengan teknologi, pembelajaran menjadi lebih mudah. Guru dapat mengakses banyak data, menciptakan inovasi pembelajaran, menyediakan sumber belajar bagi siswa, memberi motivasi pada siswa agar semangat dalam belajar.
Pembelajaran di rumah sepanjang covid-19 membuka mata kita terhadap model pendidikan di Indonesia, memang benar bahwa kurikulum yang sekarang menuntut pembelajaran berbasis teknologi namun pada kenyataanya pembelajaran masih terbiasa dengan pembelajaran konvensional, guru masih gaptek, tidak tersedianya sistem pembelajaran berbasis teknologi yang seragam secara nasional menjadi faktor permasalahan terbesar selama masa pembelajaran dari rumah.
Untuk itu yang harus menjadi perhatian besar dalam pendidikan pasca Covid-19 yaitu pemerintah harus belajar dari keadaan ini untuk menjadikannya sebagai kesempatan mentransformasi pendidikan di Indonesia, pemerintah harus meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi, guru harus dipersiapkan untuk mengajar jarak jauh, pemerintah juga harus menyediakan sistem pembelajaran yang berbasis teknologi secara seragam atau yang baku. Yang menjadi pertanyaan terbesar adalah apakah pemerintah mampu melaksanakannya pada seluruh guru di Indonesia dengan jumlah yang besar dan memastikannya semua memiliki kompetensi yang baik, dengan latar belakang ekonomi masyarakat Indonesia yang beragam, latar belakang geografis masing-masing daerah yang menantang dalam hal jaringan internet perlengkapan pembelajaran online?

Pembelajaran masa covid19 menjadi refleksi kita utk mengejar ketertinggalan kita dalam hal Iptek, shg dg peristiwa ini menjadi motivasi bagi smua kalangan serta perhatian pemerintah ke depan.
BalasHapusBenar.. berharap kedepannya lebih baik..
HapusBenar dunia pendidikan kita harus berani berubah dan ini kesempatan untuk mengukur kemampuan pengajar dalam hal teknologi sekaligus membenahi sistem jejaring internet khususnya untuk pendidikan
BalasHapusYah... dan jaringan menjadi masalah urgen.
BalasHapusKemajuan suatu bangsa dapat dilihat dar tolok ukur pendidikan...
BalasHapusMaka berbahagialah dunia pendidikan yg selalu berjalan ke depan..
Semoga sukses...tutwurihandayani
Wahh baik.
HapusAmin...Teruslah berjuang...sisingkan lengan mu...tanpa pamrih
BalasHapusDunia sedang menanti harapan yang...tentunya lebih baik