Senin, 01 Juni 2020

APERSEPSI


Menjadi Guru Idola
Refrensi : Menjadi guru Idola
Cipt: Mohammad Maksum, S.Pd
Semoga bermanfaat!!!!


Salah satu buku bacaan saya dengan judul “Menjadi guru Idola” karyanya Pak guru Maksum. Buku yang terdiri atas delapan bab dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dalam buku ini, dimuat beberapa tips menjadi guru Idola. Idola????? KBBI menyebutkan Idola adalah kata benda dengan arti orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan. Nah sedangkan pujaan itu sendiri mengandung arti sesuatu atau orang yang dipuja-puja. Jadi menjadi guru Idola bagi seorang siswa itu tidak gampang. Tidak sedikit guru-guru yang dibenci oleh siswanya, tidak sedikit juga guru yang menjadi korban kekerasan siswa, sebarapa banyak guru yang menjadi idola??
Pak Maksum memberi beberapa hal praktis yang dapat kita serap sebagai guru untuk mendidik siswa/i, tidak hanya pengalaman praktisnya dalam mengajar namun beberapa penyegaran diberikan agar sebagai guru paham bagaimana menjadi guru Idola.
Langsung saja pada intinya. Saya tertarik dengan salah satu bab yang akan  menjadi refrensi penuh untuk saya menulis. Pada bab V “APERSEPSI: setiap guru harus menguasai” menguasai apakah yang dimaksudkan oleh Pak Guru Maksum? Menguasai kegiatan pembuka ketika mengajar inilah yang disebut dengan Apersepsi. Apersepsi berasal dari kata “Apperception” berarti menyatupadukan dan mengasimilasikan suatu pengamatan dengan pengalaman yang telah dimiliki. Apersepsi juga merupakan penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk menerima ide-ide baru. Jadi apersepsi mempunyai tujuan untuk mengaitkan pengetahuan dasar siswa dengan pengetahuan baru yang akan siswa dapatkan dalam pelajaran. nah salah satu hal yang guru pahami bahwa setiap siswa mempunyai pengetahuan yang berbeda-beda, tidak semua siswa sama. Tujuan guru melakukan apersepsi yaitu :
1.      Mencoba menarik mereka ke dunia yang kita ciptakan maksudnya yaitu menyadarkan siswa bahwa materi yang akan diperlajari memiliki relevansi dengan materi yang telah dipelajari
2.      Mencoba menyatukan dua dunia, memang benar materi yang baru dan materi yang telah dipelajari memiliki perbedaan namun, terdapat metri-materi tertentu yang memiliki relevansi, naah ini merupakan pekerjaan guru untuk mampu mengaitkan dua materi tersebut.
3.      Menciptakan atsmofir, artinya bahwa guru perlu mempersiapkan kondisi fisik dan psikis siswa dimana siswa akan siap untuk menikmati pelajaran hari ini. Jika siswa dalam kondisi tidak siap maka sebagus apapun desain pembelajaran yang dibuat guru akan sulit dicerna oleh siswa
4.      Perlunya membangun motivasi. Untuk motivasi tentunya semua guru paham bagaimana membangun motivasi yang baik terhadap siswa di sekolah. Motivasi pada tahap ini masih pada batas apersepsi. Bagaimana guru memberi penguatan tertentu terhadap pengetahuan awal siswa dan pengetahuan baru yang akan dipelajarinya.
Selanjutnya bagian dibawah ini yang perlu untuk kita pelajari bersama karena banyak guru tidak paham akan bagaimana caranya kita membentuk apersepsi yang maksimal. Apersepsi dapat dibentuk melalui 4 pilar. Namun pada tulisan ini akan dibahas Pilar pertama sedangkan pilar kedua samai keempat akan dibahas pada tulisan berikutnya.
1.      Alfa Zone
Richard Caon, seorang dokter asal Inggris, menyatakan adanya muatan listrik dalam kuat otak. Zona alfa adalah salah satu gelombang otak. Pada tahun 1924 Hans Berger seorang ahli saraf dari Jerman berhasil mencetak gelombang otak ini di atas selembar kertas. Penemuan gelombang otak ini terus berkembang. Gelombang otak tersebut antara lain :
a.       Gelombang Delta (0,5-3,5 Hz)
Gelombang ini terjadi pada saat kita berada pada kondisi tidur tanpa mimpi. Selama tidur, otak tetap bekerja namun guru tidak bisa memberi pelajaran pada kondisi ini karena guru tidak mungkin mengajar pada siswa yang terlelap tidur
b.      Gelombang Teta (3,7-7 Hz)
Kondisi ini berada pada saat kita tidur dan bermimpi, meditasi atau pada saat kita melamun. Pada saat ini otak kita menyortir hal-hal yang kita alami sepanjang hari. Sesuatu yang dialami sepanjang hari jika diulang-ulang maka akan berpindah pada memori jangka panjang otak kita, nah ini merupakan kondisi dimana guru sulit memberi pelajaran. Dalam kondisi Teta kita cenderung mengeluarkan sesuatu sedangkan proses belajar merupakan proses seseorang memasukan dan mengeluarkan informasi.
c.       Gelombang Alfa (7-13 Hz)
Kondisi inilah yang paling baik untuk proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan pada kondisi ini neuron sedang berada dalam suatu harmoni. Zona ini adalah zona terbaik untuk siswa belajar.
d.      Gelombang Beta (13-25 Hz)
Kondisi ini terjadi pada saat kita marah, stres, bingung dan pusing ketika berada dalam kenyataan hidup sehari-hari.

Dari penjelasan di atas zona alfa adalah kondisi terbaik untuk siswa, guru perlu melihat dengan jeli ketika mengajar. Mendapati siswa yang sedang berbicara dengan teman, yang sedang tidur pada saat pembelajaran berlangsung, melamun, dll maka perlu untuk guru menghentikan pembelajaran sejenak. Kemablikan kondisi itu pada kondisi Alfa jadi tanda siswa telah masuk dalam kondisi alfa yaitu jika hati siswa senang, ditandai dengan rona wajah yang ceria, tersenyum, bahkan tertawa. Nah yang sekarang kita sebagai guru pikirkan bagaimana caranya membuat siswa kembali pada gelombang atau zona Alfa?
a.       Fun story, guru bisa membuat cerita lucu, gambar lucu, teka-teki yang berasal dari pengalaman pribadi dll.fun story ini dapat mengurangi resiko stres pada siswa.
b.      Ice breaking, ice breaking yang dilakukan oleh guru harus diperhatikan. Maksudnya adalah ice breaking jangan sampai memakan waktu stengah jam. Syaratnya adalah :
-          Dilakukan dalam waktu singkat
-          Diikuti oleh semua siswa
-          Guru perlu menjelaskan secara singkat ice breaking tersebut
c.       Musik, musik dapat meningkatkan serotonin dalam otak, musik dapat mengaiktifkan holistic-brain (duet otak kanan dan kiri).
d.      Brain Gym, dilakukan untuk meningkatkan fungsi oak kiri dan otak kanan. Bisa dilakukan dengan gerakan tangan, kaki, badan dll.

Tidak perlu semua ada, salah satu saja. Mengingat pentingnya kondisi Alfa. Kondisi ini tidak hanya berlaku pada awal pembelajaran melainkan juga pada inti pelajaran oleh karena itu guru perlu mengembalikan perhatian siswa tersebut. 

Anita Pa Padja                                   

2 komentar:

  1. Jadilah idola😊😊😊
    Semangat untuk para guru💪💪💪
    Pintarnya siswa adalah kepentingan guru

    BalasHapus

APERSEPSI

Menjadi Guru Idola Refrensi : Menjadi guru Idola Cipt: Mohammad Maksum, S.Pd Semoga bermanfaat!!!! Salah satu buku bacaan...